Showing posts with label sabar itu indah. Show all posts
Showing posts with label sabar itu indah. Show all posts

Wednesday, November 06, 2013

Sweetnya Allah



Suatu hari di kantin, rakan-rakan sibuk gosipkan diriku dengan seorang guru lelaki satu ‘batch’ induksi. Masing-masing tidak membantah kerana daerah yang sama dengan tempat aku mengajar. Tapi takdir Allah, ada seorang guru yang aku panggil dengan panggilan ‘akak’ menyapa.

“Akak tak kisah dengan siapapun awak akan pilih, tapi satu pesan akak apa yang kita inginkan mintalah dengan Dia dalam solat dhuha. Buatlah solat dhuha dan khabarkan hajat itu padaNya.”

Aku terdiam. Setelah lama berfikir akhirnya tergerak hati ini untuk tunaikan solat dhuha. Selama ini aku sekadar membaca kelebihan orang yang tunaikan solat dhuha.



Sweetnya Allah dia sampaikan hidayah kepadaku melalui orang lain. Kini, impian untuk mendirikan rumahtangga telah tertunai meskipun bukan dengan lelaki tersebut.
Jam menunjukkan pukul 2 pagi, terdengar suara rengekan si kecil Zahra tanda lapar. Lantas aku bangkit untuk bancuh susu. Terdetik di hati kalaulah aku tunaikan solat tahajjud sementara menunggu Zahra habiskan susu lagi baik. Mungkin ini panggilan dari Allah untuk hamba yang dikasihiNya

Sweetnya Allah dia kejutkan hamba-Nya untuk bangun malam dengan cara yang cukup lembut. Adakalanya kita bangun di tengah malam untuk buang air kecil dan lapar, itulah tandanya Allah bangunkan kita untuk merintih dan mengadu pada-Nya. Namun seringkali kita alpa dan lupa.





Seperti biasa aku menjalani rutin harianku setiap hujung minggu untuk memandu  balik ke Terengganu berjumpa suami dan anak.  Sesungguhnya hati manusia ini sering berbolak balik. Terdetik juga di hati kenapa aku tidak mendapat peluang seperti orang lain hidup bersama-sama suami dan anak-anak. Teringin sekali masak menu kegemaran mereka untuk makan tengahari dan malam. Menghabiskan waktu petang bersama-sama.

Tapi sweetnya Allah dia ingin tarbiyyah diriku dengan sifat sabar. Tanda kasih sayang-Nya kepada hamba. Barulah aku terfikir Allah rindu akan rintihanku. Mungkin apabila bersama dengan orang yang aku sayangi, masa untuk aku mengadu pada-Nya lebih singkat dari biasa.

Sweetnya Allah aku diajar  untuk menjadi seorang yang redha dengan ujian-Nya. Aku manfaatkan masa sepanjang perjalanan selama enam jam itu untuk berzikir dan berdoa kepada-Nya agar kami diberikan kesempatan untuk hidup bersama. Dengan imtihan ini aku kenal erti kasih sayang,lebih menghargai,bersyukur, perikemanusiaan dan sabar.

“… dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), ALLAH jualah yang Maha Mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah, ayat 216)

Adakalanya kita persoalkan mengapa harus kita yang diuji dengan kesusahan dan kesakitan. Tapi pernahkah kita persoalkan mengapa kita yang harus mendapat kejayaan dan kenaikan pangkat ini, bukan orang lain?
Sweetnya Allah dia uji hamba-Nya untuk meningkatkan keimanan dan menghapus dosa-dosa silam jika kita redha dengan ujiannya. Di setiap kepahitan pasti ada kemanisannya.


“… di setiap kesulitan pasti ada kesenangan… di setiap kesulitan pasti ada kesenangan.” (Surah Al-Insyirah)

Kehidupan manusia di bumi tidak ubah seperti seorang pengemis. Yang sentiasa meminta pada Ya Wahab agar menunaikan segala kehendak kita. Sikap manusia yang sentiasa merasa ingin lebih dan tidak cukup menyebabkan kita sering meminta-minta.

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki kerana nikmat yang ada pada kita adalah pinjaman Allah yang akan dipertanggungjawabkan di padang Masyar kelak.





 




Editor :Abi Aisyah
credit : iluvislam.com

 
SUBHANALLAH... tersentuh hati baca artikel ni.. indahkan hidup di bawah kasih-NYA :)



Wednesday, August 21, 2013

Allah menguji hamba-Nya. tapi, KENAPA???



Assalamualaikum^^








Terasa diri ini sering diuji. Kesakitan. Kepayahan. Kegagalan. Kemiskinan. Perpisahan. Kesedihan.
Ya. Tanpa kita sedari kita sudah persoalkan kuasa Allah. MashaaAllah. 

Siapalah kita? Kita hanyalah hamba yang kerdil lagi hina. dan langsung tak berhak menyoal, bahkan..kita yang akan disoal kelak! Setiap kali diuji ingatlah....


ان لله و إن اليه راجعون
"Kami milik Allah, kepadaNya kami akan dikembalikan"


Ia mengingatkan bahawa kita milik Tuhan, Tuhan layak menguji kita dan kita layak diuji. 
Janganlah kita mengeluh dengan ujian, musibah, bencana yang Allah berikan, kerana habisnya satu ujian itu.akan datang pula ujian yang lain. Ujian itu rahsia Allah. 





here, al- Quran menjawab segala pertanyaan manusia kenapa kita diuji.
credited to : http://anak-qurani.blogspot.com/2011/10/al-quran-menjawab-jangan-mengeluh-dan.html

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

KENAPA FRUSTRATION ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”

APA YANG AKU DAPAT  ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”

AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12

“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”